Rabu, 08 Mei 2013

FAKTOR-FAKTOR PENDIDIKAN


FAKTOR-FAKTOR PENDIDIKAN


Pengertian dan faktor-faktor pendidikan.

            Pendidikan adalah salah satu upaya manusia untuk bisa menggapai cita-citanya,sebagaimana defenisi pendidikan itu sendiri adalah aktifitas atau usaha manusia untuk menumbuh kembangkan potensi-potensi bawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada didalam masyarakat dan kebudayaan untuk memperoleh hasil dan potensi.
Saat ini banyak institusi pendidikan telah berubah menjadi industri bisnis, yang memiliki visi dan misi yang pragmatis. Pendidikan diarahkan untuk melahirkan individu-individu pragmatis yang bekerja untuk meraih kesuksesan materi dan profesi sosial yang akan memakmurkan diri, perusahaan dan negara.
Beberapa pengertian dasar batasan-batasan pendidikan yang perlu dipahami sebagai berikut:
1.      Pendidikan merupakan suatu proses terhadap anak didik berlangsung terus sampai anak didik mencapai pribadi dewasa susila.
2.      Pendidikan merupakan perbuatan manusiawi.
3.      Pendidikan merupakan hubungan antar pribadi pendidik dan anak didik.
4.      Tindakan atau perbuatan mendidik menuntun anak didik mencapai tujuan-tujuan tertentu, dan hal ini tanpak pada perubahan-perubahan dalam diri anak didik.

Faktor-faktor pendidikan dalam aktivitas ada enam faktor pendidikan yang dapat membentuk pola interaksi atau saling mempengaruhi, namun faktor integratirnya terutama terletak pada pendidik dengan segala kemampuan dan keterbatasannya. Adapun keenam faktor pendidikan tersebut meliputi:
A.    Tujuan pendidikan
Adalah usaha pencapaian oleh peserta didik tentang hasil praktek pendidikan baik dilingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat secara luas.
B.     Peserta didik
Adalah orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan
C.     Isi atau materi pendidikan
Yang termasuk dalam arti pendidikan ialah segala sesuatu oleh pendidik yang akan langsung disampaikan kepada peserta didik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
D.    Metode pendidikan
Untuk menentukan apakah sebuah metode disebut baik atau tidak, dibutuhkan sebuah patokan atau standar kriteria.
E.     Lingkungan
Lingkungan adalah sesuatu yang meliputi kondisi dan alam dunia yang dengan cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku, pertumbuhan dan perkembangan manusi.
Peserta didik dalam pengalaman

Dalam melaksanakan pembelajaran pemanfaatan pengalaman siswa dalam menulis cerpen contohnya siswa mengalami beberapa kesulitan. Kesulitan yang dihadapi siswa dalam memanfaatkan pengalaman pribadi siswa untuk menulis. Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau keterampilan pembelajaran sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.





TUJUAN PENDIDIKAN SECARA LUAS


Pendidikan adalah suatu usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar berperan aktif dan positif dalam hidupnya sekarang dan yang akan datang, dan pendidikan nasional indonesia adalah pendidikan yang berakar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional ondonesia.
Sesungguhnya faktor tujuan bagi pendidikan adalah:
a.       Sebagai arah pendidikan, tujuan akan menunjukkan arah dari suatu usaha, sedangkan arah menunjukkan jalan yang harus ditempuh dari situasi sekarang kepada situasi berikutnya.
b.      Tujuan sebagai ririk akhir, suatu usaha pasti memiliki awal dan akhir.
c.       Tujuan titik pangkal mencapai tujuan lain
d.      Memberi nilai pada usaha yang dilakukan
Pendidikan dalam pandangan islam lebih dominan kepada pembentukan akhlak, akidah dan iman. Sedangkan secara umum pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan pengembangan kemampuan yang dimiliki. Apabila kedua hal ini digabungkan maka hasil dari pendidikan akan sangat maksimal dan menghasilkan peserta didik yang memilki intelektual dan akhlak yang mulia.



MATERI PENDIDIKAN
Materi pendidikan adalah bahan yang akan di ajarkan kepada siswa. Sebelum kita mengajarkan pelajaran kepada siswa terlebih dahulu kita menentukan materi apa saja yang akan kita ajarkan kepada anak didik kita agar kita tau materi apa saja yang belum kita ajarkan dan materi apa saja yang sudah kita ajarkan. Jika kita telah menentukan materi yang akan kita ajarkan itu akan mempermudah proses pembelajaran kita berjalan dengan baik.


ALAT PENDIDIKAN

1.      Pembiasaan
Pembiasaan adalah salah satu alat pendidikan yang penting sekali, terutama bagi anak-anak yang masih kecil. Anak-anak kecil belum menginsafi apa yang dikatakan baik atau buruk dalam arti susila, dan anak kecil belum mempunyai kewajiban-kewajiban seperti orang dewasa, tetapi mereka sudah mempunyai hak seperti hak diasuh, mendapat perlindungan, dan hak mendapat pendidikan.
2.      Pengawasan
Aturan-aturan dan larangan-larangan dapat berjalan dan ditaati dengan baik jika disertai dengan pengawasan terus menerus.
3.      Perintah
Perintah bukan hanya apa yang keluar dari mulut seseorang melainkan dalam hal ini termasuk peraturan-peraturan umum. Tiap perintah dan aturan dalam pendidikan mengandung norma-norma kesusilaan.
4.      Larangan
Disamping memberi perintah, kadang mereka melarang perbuatan-perbuatan anak. Larangan-larangan itu biasanya dikeluarkan jika anak melakukan suatu yang tidak baik, merugikan dan membahayakan dirinya.
5.      Ganjaran
Ganjaran adalah sebagai alat mendidik anak supaya anak dapat merasa senang karena perbuatan atau pekejaannya mendapat penghargaan.
6.      Hukuman
Hukuman adalah penderitaan yang diberikan atau ditimbulkan dengan sengaja oleh seseorang (orang tua, guru dan orang lain-lain) sesudah terjadi suatu pelanggaran, kejahatan atau kesalahan.
Muharam mengungkapkan bahwa penggunaan alat pendidikan dipengaruhi oleh kecakapan pendidik yang harus menyesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai, dan sebagai seorang pendidik sebaiknya harus menghindari tindakan yang memaksa.









HUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTARA PESERTA DIDIK DAN PENDIDIKANNYA

Hubungan untuk berkembang, mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan, dan memanfaatkannya untuk memecahkan masalah-masalah yang tidak teramalkan atas dasar landasan pemikiran tersebut, maka ruang lingkup kajian timbal balik dengan lingkungan, dan memanfaatkannya untuk memecahkan masalah-masalah yang tidak teramalkan.
Peserta didik dapat mengembangkan dan memiliki hubungan untuk berkembang, mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan, dan memanfaatkannya untuk memecahkan masalah-masalah yang tidak teramalkan. Atas dasar landasan pemikiran pendidikan di kembangkan atas dasar:
Pokok-pokok bahasanyang paling esensial dan representatif untuk dijadikan objek belajar bagi pencapaian tujuan pendidikan.




























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar